Search This Blog

Tuesday, June 6, 2017

MANAJEMEN SDM INTERNASIONAL

SDM dan Internasionalisasi Bisnis
Perusahaan berbasis AS (Amerika Serikat) semakin meningkatkan kegiatan bisnis keluar negeri. Tentu saja perusahaan besar seperti Protect & Gamble,IBM, dan Citicorp telah lama memiliki operasi luar negeri yang luas. Namun dengan penyatuan pasar Eropa,penggunaan mata uang Euro,pembukaan Eropa Timur,serta tuntutan perkembangan yang cepat di Asia dan bagian dunia lainnya,bahkan perusahaan kecil telah menemukan keberhasilan bergantung pada kemampuan memasarkan dan mengelola di luar negeri.
Hal ini menghadapkan perusahaan pada tantangan manajemen yang menarik. Misal pasar,produk, dan rencana produksi harus dikoordinasikan berbasis seluruh dunia,dan harus diciptakan stuktur organisasi yang mampu menyeimbangkan kendali kantor induk secara terpusat dengan otonomi lokal yang memadai. Perusahaan harus meluaskan kebijakan dan sistem SDMnya di luar negeri.

STRATEGI BISNIS INTERNASIONAL


Strategi bisnis internasional memiliki ciri-ciri yang unik. Dalam menerapkan strategi tingkat bisnis internasional, kegiatan operasional suatu negara asal seringkali menjadi sumber keunggulan kompetitif yang paling penting. Sumber daya dan kapabilitas yang dibangun di negara asal secara berkala memungkinkan perusahaan menerapkan strategis tersebut di dalam pasar-pasar yang berlokasi di negara lain.
Michael Porter mengembangkan suatu jenis model yang menjelaskan faktor- faktor yang turut menentukan keunggulan perusahaan dalam industri global yang dominan dan berkaitan dengan negara atau lingkungan regional tertentu.

Tuesday, May 23, 2017

MANAJEMEN RANTAI PASOKAN INTERNASIONAL



A.       Latar Belakang
 Ibarat roda tanpa rantai. Hubungan internasional tidak akan berjalan tanpa aktor di dalamnya.  Di sini, rantai diibaratkan sebagai aktor dan roda merupakan kepentingan yang membutuhkan “penggerak” dan “pengikat” antara kepentingan satu dengan yang lain agar terkontrol dengan baik. Sederhananya, aktor dapat diibaratkan sebagai substansi penggerak mendasar yang dibutuhkan dalam hubungan internasional.
            Menurut Conway Henderson (1998), aktor merupakan kunci utama dalam interaksi hubungan internasional. Aktor utama yang ditekankan Henderson adalah negara. Henderson mendefinisikan negara sebagai aktor yang memiliki kedaulatan dan pusat pemerintahan yang berfungsi sebagai pengatur penduduk, wilayah kedaulatan, dan perwakilan rakyat dalam hubungan internasional. Setiap negara juga memerjuangkan kepentingan negara masing-masing dan saling membutuhkan bantuan dari negara lain, atau biasa disebut interdependensi. Contoh nyata yang seringkali terjadi adalah, Indonesia membutuhkan bantuan Thailand untuk mengisi pasokan beras rakyat Indonesia. Maka, Thailand mengekspor beras untuk Indonesia sehingga kebutuhan pokok seperti beras dapat terpenuhi.