Posts

Showing posts with the label Bisnis Internasional

KEBIJAKAN GARANSI DAN PELAYANAN

Garansi adalah janji penjual bahwa sesuatu produk akan berfungsi seperti yang diharapkan. Dalam pemasaran Internasional masalah garansi sangat sederhana: Apakah perusahaan memberikan garansi internasional yang sama dengan garansi dalam negerinya? Apakah perusahaan memberikan garansi yang sama untuk semua negara untuk disesuaikan untuk setiap negara? Apakah perusahaan menggunakan garansi sebagai alat bersaing? Dari segi produsen, garansi memiliki aspek perlindungan dan aspek promosi. Garansi melindungi produsen dari gugatan yang berlebih-lebihan dengan membatasi tanggung jawabnya. Dan jika garansi memberikan kepastian pembeli, maka ia merupakan salah satu faktor yang membujuk pembeli. Standarisasi  Standarisasi Garansi tidak menimbulkan skala ekonomis dalam produksi dan promosi, seperti yang timbul dari standarisasi produk, kemasan atau merek. Beberapa tekanan luar yang mendorong standarisasi garansi: Jika pasar yang dilayani benar-benar pasar internasional, apalagi jika...

Kasus Bisnis Internasional

PERSENGKETAAN BEA MASUK ANTI-DUMPING PADA KERTAS IMPOR INDONESIA Indonesia sebagai negara berkembang pada umumnya akan memilih suatu perusahaan domestik untuk disubsidi khususnya industri yang benar-benar menjadi ekspor Indonesia. Dan selain itu, Indonesia juga mengambil kebijakan ekonomi seperti penetapan batasan impor, hambatan tarif dan non tarif dan kebijakan lainnya. Sama seperti negara lainnya, Korea juga menetapkan kebijakan ekonomi anti dumping untuk melindungi industri domestiknya. Kali ini yang menjadi sasaran negara yang melakukan dumping adalah Indonesia.

Kesepakatan WTO di Bali ( Paket Bali )

Kesepakatan pada pertemuan WTO Bali kali ini menjadi babak baru sejarah perdagangan dunia khususnya ketika perdagangan global dalam beberapa tahun ini relatif tertekan. Perubahan struktur dan rantai pasok global memerlukan pendekatan holistik untuk mendorong perdagangan global serta meredam perlambatan global yang terjadi beberapa tahun ini. Dengan disepakatinya Paket Bali ini, perdagangan global diharapkan dapat bergairah kembali dan mendorong percepatan pemulihan ekonomi global.

KONTRAK DAGANG INTERNASIONAL

KASUS POSISI Bahwa PT SAMUDRA yang berkedudukan di Indonesia mengadakan kontrak dagang dengan PT TOSA BUSAN (fiji) Ltd yang berkedudukan di Jepang mengenai jual beli produk cakalang tataki yang berkualitas sashimi dengan menunjuk SBU Fukuyu Co. Ltd Jepang. Perusahaan memasarkan produk-produk baik berbentuk komoditi maupun berbentuk processed produk (value added product). Dalam melakukan kegiatan eksport tersebut adanya beberapa kendala yang dialami oleh PT. SAMUDRA baik dalam pemasaran produk Cakalang Tataki maupun factor-faktor yang mempengaruhi ekspor yang dilakukan oleh PT. SAMUDRA. Sedangkan dibidang industri perikanan produk-produk tersebut memiliki daya tarik yang sangat bagus. Untuk melakukan pendistribusian produk-produk ekspor tersebut PT. SAMUDRA juga mempunyai resiko yang sangat tinggi dikarenakan mengingat produk perikanan tersebut cepat rusak sehingga jaminan ketepatan waktu, pengiriman dan keamanan produk sangat penting.

Kasus BisnisInternasional

   1.1   Latar Belakang Bisnis Internasional adalah bisnis yang kegiatannya melampaui batas suatu Negara. Banyak cara yang dilakukan untuk dapat berbisnis secara internasional. Mulai dari kegiatan perdagangan/ trading (ekspor, subcontracting , counter trade ), transfer ( turnkey project , licencing, franchising ), dan Foreign Direct Investment ( joint venture,contract manufacturing, management contract , aliansi bisnis, dll). Karena bisnis ini menjanjikan dengan mampu meraih pasar yang luas, maka bisnis ini juga memiliki risiko yang cukup tinggi karena melibatkan banyak pihak-pihak dengan berbagai kepentingan yang juga berbeda. Salah satu risiko tersebut dapat berbentuk pencekalan atau penarikkan peredaran barang di pasar luar negeri seperti kasus yang akan kita bahas di makalah ini. Alangkah baiknya jika kita mampu menganalisis kasus berikut dan mengambil pelajaran agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.

Analisis kasus indomie di taiwan Okt27

KRONOLOGIS PENARIKAN INDOMIE DARI TAIWAN Tanggal 9 Juni 2010, Food and Drugs Administration (FDA) Taiwan melayangkan surat teguran kepada Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia di Taiwan karena produk tersebut tidak sesuai persyaratan FDA.“Dalam surat itu juga dicantumkan tanggal pemeriksaan Indomie dari Januari-20 Mei 2010 terdapat bahan pengawet yang tidak diizinkan di Taiwan di bumbu Indomie goreng dan saus barberque,” ucap Direktur Indofood Sukses Makmur, Franciscus Welirang, Kamis (14/10) kemarin.

Tinjauan Ekonomi politik internasional

Ekonomi Politik Internasional Tinjauan konseptual atas ekonomi politik internasional Makin banyak kasus dalam hubungan internasional masalah ekonomi dan politik terkait erat. Bantuan luar negeri yang diberikan kepada Indonesia dan negara berkembang lainnya tak lepas dari kepentingan politik lembaga keuangan internasional dimana para pemegang sahamnya didominasi dan dikuasai negara Barat. Begitu masalah politik dalam negeri muncul maka Dana Moneter Internasional dan Bank Dunia memberikan peringatan agar reformasi dilanjutkan atau bantuan dihentikan.

ANALISIS KETERGANTUNGAN NEGARA PHERIPHERY TERHADAP NEGARA CORE : Studi Kasus : Ketrgantungan Indonesia Terhadap Negara Maju (Core)

A.  LATAR BELAKANG MASALAH Suatu negara memiliki kondisi sosial ekonomi yang berbeda-beda. Ada yang masih bergantung pada negara lain, ada yang sebatas mampu memenuhi kebutuhannya sendiri, dan ada yang telah mampu memberi bantuan kepada negara lain. Perbedaan kondisi tersebut menyebabkan terjadinya pengelompokan-pengelompokan negara berdasarkan kondisi sosial ekonominya. Suatu negara dapat disebut negara berkembang atau negara maju didasarkan pada keberhasilan pembangunan oleh negara yang bersangkutan. Suatu negara digolongkan sebagai negara berkembang jika negara tersebut belum dapat mencapai tujuan pembangunan yang telah ditetapkan atau belum dapat menyeimbangkan pencapaian pembangunan yang telah dilakukan. Adapun suatu negara digolongkan sebagai negara maju jika negara tersebut telah mampu menyeimbangkan pencapaian pembangunan yang telah dilakukan, sehingga sebagian besar tujuan pembangunan telah dapat terwujud, baik yang bersifat fisik ataupun nonfisik. Seperti yang t...

Kasus Organisasi Internasional

Januari 2010 merupakan waktu yang dinanti banyak pihak dengan perasaan harap-harap cemas, karena pada saat itulah gendering perang “laissez faire” akan menggema di Asia Tenggara. Negara-negara anggota ASEAN, termasuk Indonesia, tengah bersiap-siap mengantisipasi beribu macam kemungkinan yang dapat terjadi menyusul implementasi penuh kesepakatan perdagangan bebas antar anggota ASEAN yang ternyata bertambah satu negara non-anggota, yaitu China. Berbagai reaksi ramai menghiasi headline media-media massa utama di tanah air, mulai dari yang paranoid terhadap serbuan komoditi asal China hingga yang mencerca pemerintah yang dinilai terlalu memaksakan diri bergabung dengan rezim perdagangan bebas tersebut. Tidak kalah berani, kelompok-kelompok tertentu bakan memvonis bahwa keputusan bergabung dalam AFTA-China sebagai sebuah kesalahan yang masih mungkin direvisi kembali. Terkait dengan dinamika tersebut, melalui artikel ini saya mencoba memberikan opini dan gambaran bagaimana ke...

Kasus Bisnis Internasional

KASUS 1 (Budaya Bisnis Internasional) - Enron, India Kasus Enron Internasional di India Enron sebuah perusahaan dibidang energi yang berasal dari USA pada 1990 mencoba untuk menggarap pasar india yaitu dengan membangun instalasi energi yang diperlukan oleh industri di India. Namun dalam pelaksanaanya, Enron mengalami beberapa hambatan sebelum tujuanya untuk dapat menjadi penyedia energi tunggal di India dapat tercapai. Hambatan itu berupa halangan dan sulitnya negosiasi yang dilakukan Enron terhadap pemerintahan lokal Maharashtra yaitu daerah yang akan menjadi lokasi pembangunan proyek energi yang didanai oleh Enron. Hal ini disebakan oleh adanya pergantian kekuasaan dimana partai penguasa yang baru di Maharashtra koalisi BJP dan Shiv Sena. BJP dan Shiv Sena mengangkat isu korupsi dan ajaran swadesi dari Gandhi dalam kampanye sebelum kemenanganya. Sehingga setelah BJP berkuasa di Mahrashtra proyek Enron tertunda beberapa lama, BJP menuduh pemerintahan sebelum...

ANALISIS POLITIK DUMPING

Latar belakang masalah             Saat ini banyak sekali Negara-negara yang melakukan politik dumping yaitu menjual barang keluar negeri lebih murah daripada barang didalam negeri. Hal ini banyak dilakukan oleh Negara-negara untuk merebut pasar diluar negeri dan mendapatkan untung yang besar. Sebaliknya bagi Negara pengimpor, Praktek dumping merupakan praktek dagang yang tidak fair, karena bagi negara pengimpor, praktek dumping akan menimbulkan kerugian bagi dunia usaha atau industri barang sejenis dalam negeri, dengan terjadinya banjir barang-barang dari pengekspor yang harganya jauh lebih murah daripada barang dalam negeri akan mengakibatkan barang sejenis kalah bersaing, sehingga pada akhirnya akan mematikan pasar barang sejenis dalam negeri, yang diikuti munculnya dampak seperti pemutusan hubungan kerja massal, penggangguran dan bangkrutnya industri barang sejenis dalam negeri. Dengan kata lain hakikat dumping sebagai pra...

Dumping Produk Kertas Indonesia ke Korea

Sebelum lebih jauh mempelajari beberapa Alasan Pelarangan Dumping Kertas Indonesia di Korea Selatan , terlebih dahulu kita menilik ke belakang tentang studi kasus “Dumping dan Penetapan Anti Dumping”, dimana Indonesia sebagai salah satu anggota WTO pernah bersengketa dengan Korea Selatan pada kasus Anti-Dumping untuk Korean Certain Paper Product. Indonesia sebagai Penggugat dan Korea Selatan sebagai Tergugat, menggugat Korsel karena menetapkan Bea Masuk Anti Dumping (BMAD) terhadap produk kertas asal Indonesia. Pengertian dumping dalam konteks hukum perdagangan internasional adalah suatu bentuk diskriminasi harga internasional yang dilakukan oleh sebuah perusahaan atau negara pengekspor, yang menjual barangnya dengan harga lebih rendah di pasar luar negeri dibandingkan di pasar dalam negeri sendiri, dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan atas produk ekspor tersebut.

Daftar Perusahaan Ritel di Indonesia

Bisnis ritel merupakan aktivitas bisnis yang melibatkan penjualan barang dan jasa secara langsung kepada konsumen akhir. Pada perkembangannya, kini bisnis ritel di Indonesia mulai bertransformasi dari bisnis ritel tradisional menuju bisnis ritel modern. Perkembangan bisnis ritel modern di Indonesia sudah semakin menjamur di hampir seluruh wilayah Indonesia. Hal tersebut dapat terlihat dari banyaknya toko retailer modern yang membuka cabang di berbagai wilayah di Indonesia. Perusahaan ritel dapat dikategorikan berdasarkan ciri - ciri tertentu, antara lain :   Discount stores , adalah toko pengecer yang menjual berbagai macam barang dengan harga yang murah dan memberikan pelayanan yang minimum. Speciality stores , merupakan toko eceran yang menjual barang - barang jenis lini produk tertentu saja yang bersifat spesifik. Departemen stores , adalah suatu toko eceran berskala besar yang pengelolaannya dipisah dan dibagi menjadi bagian departemen - departemen yang ...

Karakteristik Konsumen di Indonesia

Retailing adalah kegiatan  menjual barang atau jasa kepada konsumen akhir. Konsumen akhir tersebut tidak menggunakan barang atau jasa yang sudah dibelinya untuk kegiatan bisnis (dijual kembali). Kegiatan retail ini dilakukan oleh manufakturer maupun retailer. Oleh karena itu baik manufakturer maupun retailer hendaknya memahami bagaimana karakteristik konsumennya. Pasar adalah tempat bertemunya penjual dan pembeli untuk melakukan transaksi jual beli. Indonesia harus menjadi pasar bagi orang Indonesia sendiri. Penjualnya adalah orang Indonesia. Konsumennya bolehlah konsumen luar negeri namun KONSUMEN UTAMA-nya harus orang Indonesia. Indonesia adalah negara kepulauan dengan jumlah penduduk yang banyak. Jumlah penduduk yang banyak ini menguntungkan bagi siapa yang menguasai pemasaran. Menjadi pemenang  dulu di pasar dalam negeri untuk kemudian selanjutnya merambah  pasar luar negeri. Untuk memenangkan pasar, baik manufakturer mau retailer harus berorient...

PENINGKATAN KEGIATAN RITEL INTERNASIONAL

Ritel sekarang menjadi kebangkitan bisnis internasional , selama dua dekade terakhir dari abad kedua puluh ,   internasionalisasi   ritel datang setelah   berabad-abad di mana kegiatan internasional oleh pengecer internasional yang luar biasa . aktivitas di ritel jelas dalam banyak cara : dalam pengadaan barang untuk dijual kembali , pengoperasian toko , penggunaan tenaga kerja asing , penerapan ide-ide asing dan penggunaan modal asing . Dalam segala hal telah terjadi baik peningkatan volume kegiatan internasional dan pelebaran jangkauan spasial aktivitas  internasional . Meskipun aspek yang paling jelas dari internasionalisasi adalah adanya toko milik asing   di suatu negara adalah penting untuk menghargai bahwa ritel antar - nasionalisasi sebagai sebuah konsep yang lebih luas di lingkungan  pengecer . Dunia internasional mengklaim , pada abad kedua puluh satu , untuk menjadi perusahaan global ...

Distribusi Memasuki Pasar Luar Neger

Ada 3 Masalah Pokok distribusi yang dihadapi dalam pemasaran internasional, yaitu: 1. Bagaimana Memasuki Pasar Luar Negeri 2. Memilih Saluran di Pasar Luar Negeri. 3. Mengelola Logistik Global. Bagaimana Memasuki Pasar Luar Negeri Penentuan Cara Memasuki Pasar Luar Negeri, merupakan keputusan yang paling kritis, karena merupakan keputusan makro. Artinya, dengan memilih salah satu cara berarti Perusahaan telah memilih program pemasarannya.

Manajemen Pemasaran Internasional "Kebijakan Produk Internasional"

Beberapa Permasalahan yang menyangkut kebijakan Produk: 1. Produk Apa yang akan dijual di pasar internasional? 2. Produk lain apakah yang bisa bersaing selain produk Tradisional Perusahaan? 3. Penyesuaian apakah terhadap produk tradisional perusahaan? 4. Dan apakah pengaruh perdagangan Internasional terhadap berbagai kekhususan produk, seperti     Kemasan, Label, nama dan merek dengan garansi dan pelayanan? Apa yang akan di jual? Produk merupakan jantung dari upaya pemasaran, ia mempertemukan pembeli dan penjual. Peran penting produk dalam pemasaran internasional sama dengan pemasaran dalam negeri. Perbedaannya terletak pada produk apa yang tepat untuk di jual. Disamping itu sebelum memasuki Pasar Internasional, perusahaan harus menilai semua faktor internnya yang relevan dengan berbagai ekstern dimasing-masing pasar luar negeri. Faktor Intern meliputi: Sumber daya yang sudah dimiliki, seperti pabrik, mesin, aktiva lancar, maupun kemampuan perusaha...

Penetapan Harga Dalam Pemasaran Internasional

Image
Permasalahan penetapan Harga Internasional 1. Penetapan Harga dan persyaratan pembayaran penjualan ekspor 2. Penetapan Harga Transfer dalam Pemasaran Internasional 3. Penetapan Harga Luar Negeri 4. Koordinasi Harga di Pasar Dunia   A.Penetapan Harga dan Persyaratan Ekspor Dalam penetapan harga internasional perusahaan akan menghadapi beberapa masalah yang tidak dijumpai dalam penetapan harga dalam negeri, yaitu; harga ekspor vs harga dalam negeri, tarif, biaya transpor, kemasan ekspor, asuransi dan pajak luar negeri.

Sistem Moneter Internasional

A. Sejarah sistem moneter internasional Penentuan awal dimulainya sistem moneter internasional memang terdapat perbedaan diantara para penulis.[2] Gost, Gulde da Wolf (2002) mengelompokkan sejarah sistem moneter internasional atas enam periode yaitu: Periode standar emas (Gold Standard) Periode dismal (Dismal Period) Periode standar tukar emas (Gold Exchange Standard) Periode nasionalisme moneter (Monetary Nasionalism) Periode sistem Bretton Woods (Bretton Woods Sistem) Periode Setelah Bretton Woods (Post-Bretton Woods Period) Namun penulis lain (Copeland, 1989) mengelompokkan berbagai periode sistem moneter internasional dalam empat periode, yaitu:

RANGKUMAN BISNIS INTERNASIONAL

I. BISNIS INTERNASIONAL Bisnis Internasional merupakan kegiatan bisnis yang dilakukan antara Negara yang satu dengan Negara yang lain. Kita perlu mempelajari mengapa perlu dilakukan bisnis antar negara, serta hal – hal yang dapat mendorong dan menghambat berlangsungnya Bisnis Internasional. A.    HAKIKAT BISNIS INTERNASIONAL Bisnis Internasional merupakan kegiatan bisnis yang dilakukan melewati batas – batas suatu negara. Adapun transaksi bisnis yang dilakukan oleh suatu negara dengan negara lainyang sering disebut sebagai Bisnis Internasional (International Trade). Pemasaran Internasional atau International Marketing adalah transaksi bisnis yang dilakukan oleh suatu perusahaan dalam satu negara dengan perusahaan lain atau individu di Negara lain. Meskipun pada dasarnya ada dua pengertian yang membedakan adanya dua buah transaksi Bisnis Internasional antara lain :